• Hera rahayu Nama: Hera rahayu
    Tgl Lahir: 31 Jan 1994.
    Usia: 26 Tahun
    Tinggal di: Bogor.
    Status: Janda.
    Mencari: Perjaka / Duda.
    Gabung Sekarang
  • Ida Nama: Ida
    Tgl Lahir: 12 Apr 1973.
    Usia: 47 Tahun
    Tinggal di: Bali.
    Status: Janda.
    Mencari: Duda.
    Gabung Sekarang
  • ghina dp Nama: Ghina Dp
    Tgl Lahir: 12 Mar 1997.
    Usia: 23 Tahun
    Tinggal di: Jawa Barat.
    Status: Gadis.
    Mencari: Perjaka / Duda.
    Gabung Sekarang
  • Rahayu Handini Nama: Rahayu Handini
    Tgl Lahir: 6 May 1999.
    Usia: 20 Tahun
    Tinggal di: Karawang.
    Status: Janda.
    Mencari: Perjaka / Duda.
    Gabung Sekarang
  • Bunga Nama: Bungga
    Tgl Lahir: 7 Jul 1992.
    Usia: 27 Tahun
    Tinggal di: Jakarta.
    Status: Janda.
    Mencari: Perjaka / Duda.
    Gabung Sekarang
  • Nurfadilla Nama: Nurfadilla
    Tgl Lahir: 13 Okt 1996.
    Usia: 23 Tahun
    Tinggal di: Sumatera utara.
    Status: Janda.
    Mencari: Perjaka / Duda.
    Gabung Sekarang
  • Ahmad taqi Nama: Ahmad Taqi
    Tgl Lahir: 21 Jul 1992.
    Usia: 27 Tahun
    Tinggal di: Jawa Barat.
    Status: Perjaka.
    Mencari: Gadis / Janda.
    Gabung Sekarang
  • Acew Nama: Ahmad Taqi
    Tgl Lahir: 1 Mei 1993.
    Usia: 27 Tahun
    Tinggal di: Jawa Barat.
    Status: Duda.
    Mencari: Gadis / Janda.
    Gabung Sekarang
   

Cerita Mukidi: Rogoh Kutang Nggak Gratis

J

Jumadil Awal

Guest
Markonah dan mukidi lagi rogoh kutang


Cak Mukidi ke pasar, mau kulineran rujak cingur yang penjualnya ibu-ibu asal Madura bertubuh montok bernama Bu Markonah.

“Buk, rujak satu, berapa?” tanya Cak Mukidi.

“Sepoloh rebu..cak..,” kata Bu Markonah.

Selesai dibungkus, Cak Mukidi bayar dengan uang Rp 20.000. Markonah bilang, “Cak… tangan saya lagi belepotan, kembaliannya ambil sendiri di sini ya,” kata Markonah sambil menunjuk belahan dada atas.

Tanpa ragu-ragu Cak Mukidi merogoh karena orang Madura memang biasa menaruh segala macem di sana pikirnya. “Nggak ada..Bu.” kata Cak Mukidi.

Buk Markonah kasih instruksi, “Lebih dalam lagi, terus, terus. Ke kanan, ke kiri.”
Cak Mukdi: “Nggak ada…Buk.”

“Ya sudah,” kata Buk Markonah.

“Lah terus mana kembalian saya????” tanya Cak Mukidi bingung.

Buk Markonah dengan enteng berkata, “Ongkos rogoh-rogoh sepoloh rebu Cak, sampeyan kira goh-rogoh nang njero kutang ku gratis.”

Mukidi hanya garuk-garuk kepala sambil nyengir mendengar Bu Markonah
 
Last edited by a moderator:


Top